Perkembangan motorik kasar dan motorik halus ditinjau dari pengetahuan ibu tentang pertumbuhan dan perkembangan anak usia 4-5 tahun

Linda Puspita(1Mail), Mareza Yolanda Umar(2),
(1) Program DIII Kebidanan Universitas Aisyah pringsewu Kabupaten Pringsewu Lampung, Indonesia
(2) Program DIII Kebidanan Universitas Aisyah pringsewu Kabupaten Pringsewu Lampung, Indonesia

Mail Corresponding Author



Full Text:    Language : Ind

Abstract


Balita (usia 0-5 tahun), adalah suatu masa pada anak dengan pencapaian aktivitasnya yang mandiri. Kondisi ini dipengaruhi oleh perkembangan motorik kasar dan motorik halus. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, hasil stimulasi deteksi intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK) anak balita pada tahun 2016 didapat gangguan perkembangan motorik kasar sebesar 20,3% dan gangguan perkembangan motorik halus sebesar 14,7 %. Gangguan perkembangan motorik kasar sebesar 19.7%. Tingkat tercapainya potensi biologik seseorang merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling berkaitan, yaitu faktor genetik, lingkungan bio-psikososial, dan perilaku. Proses yang unik dan hasil akhir yang berbeda-beda yang memberikan ciri tersendiri pada setiap anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan perkembangan motorik kasar dan halus pada anak usia 4-5 tahun. Metode penelitian   ini adalah kuantitatif, penelitian kuantitatif. Keterkaitan angka antara dua variabel pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang anak dengan perkembangan motorik kasar dan halus pada usia 4 – 5 tahun. Sampel penelitian sebanyak 190 ibu yang mempunyai balita 4-5 tahun. Hasil penelitian hubungan pengetahuan ibu dengan motorik kasar p value sebesar 0.008 dan hubungan pengetahuan ibu dengan motorik halus sebesar 0.001 yang berarti p value < 0.005 yang beraarti ada hubungan pengetahuan ibu tentang pertumbuhan dan perkembangan motorik kasar dan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun di kec Gadingrejo Kabupaten Pringsewu tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan ibu dengan perkembangan motorik kasar dan motorik halus. Disarankan bagi orang tua dapat mencari sumber informasi tentang tumbuh kembang anak usia 4 – 5 tahun baik melalui tempat pelayanan kesehatan, media elektronik, media cetak dan lain-lain, sehingga orang tua mampu memberikan stimulasi perkembangan motorik anak.

Keywords


Pengetahuan; Motorik kasar; Motorik halus; Balita

References


Arikunto, S., 2014. Prosedur Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.
Ika Fitria Emelda, 2015. Asuhan Kebidanan Neonatus, CV Trans Info Media Jakarta
Hastono, 2011, Analisa data, Jakarta 4. Notoatmodjo, S., 2012. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : PT. Rineka Cipta
Notoatmodjo, S., 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S., 2014. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Nursalam. 2013. Asuhan Keperawatan Bayi dan Anak (Untuk Perawat dan Bidan). Jakarta: Salemba Medika.
Nursalam, 2013. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.
Profil Kesehatan Provinsi Lampung, 2016.
Soetjiningsih, 2016. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta : EGC.
Soetjiningsih, 2017. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta : EGC.
Sujiono. 2010. Bermain Kreatif Berbasis Kecerdasan Jamak. Jakarta: Indeks.
Sumantri, MS., 2005. Pengembangan Keterampilan Motorik Anak Usia Dini. Jakarta: Dinas Pendidikan.
Vivian Nanny Lia Dewi, 2012. Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita, Jakarta : Salemba Medika


Article Metrics

 Abstract Views : 15 times
 PDF Downloaded : 6 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.