Dukungan keluarga sebagai faktor penting dalam kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru

Meilisa Hidayah Putri(1Mail),
(1) Universitas Lampung, Indonesia

Mail Corresponding Author



Full Text:    Language : ind

Abstract


Tuberculosis (TB) is a contagious infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis, which can attack various organs, especially the lungs. TB treatment can be given in 2 stages, the intensive phase 2 months of treatment and the next stage 4-6 months later. Non-adherence of TB patients to treatment at a health care facility regularly becomes an obstacle in achieving recovery and may increase the risk of morbidity, mortality, and drug resistance in both TB patients and the wider community. WHO applies the Direct Observed Treatment Short Course (DOTS) strategy in the management of TB patients to ensure that patients swallow the drug under direct supervision by a Drug Supervisor (PMO). In this case the family can act as a PMO and provide support to TB patients so that it can be an important factor in tuberculosis treatment adherence. Several studies have found a relationship of family social support and medication adherence. The family needs to provide positive support to involve the family as a supporter of treatment so that there is cooperation in monitoring the treatment between the officers and family members who are sick.


Keywords


Tuberculosis; family support; Direct Observed Treatment Short Course (DOTS); Drug Supervisor (PMO).

References


Amin, Z. & Bahar, A. (2010). Buku ajar ilmu penyakit dalam Jilid III Edisi V. Jakarta: InternaPublishing.

Budiman., Mauliku, E. N., & Anggreini, D. Analisis faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pasien TB Paru pada fase intensif di Rumah SakitUmum Cibabat Cimahi; 2010.

Black, J.M. & Hawks, J.H. Medical- surgical nursing; Clinical management for positive outcomes Vol. 2, 7th edition. Philadelphia: Elsevier’s Health Sciences; 2005.

Dhewi., dkk. Hubungan antara pengetahuan, sikap pasien dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB Paru di BPKM Pati. Program Studi S1 Ilmu Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang; 2011. Diaksesmelaluijournal.unair.ac.id/filerP DF/ijchnb pada tanggal 15 Desember 2017.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Tuberkulosis; 2008. Diakses dari http//www.ppm_plp.depkes.co.id/detil pada tanggal 15 Desember 2017.

Departemen Kesehatan RI. Pedoman Penemuan dan Pengobatan Penderita Tuberkulosis Paru. Ditjen PPM & PLP Depkes RI: Jakarta; 2003.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis Paru cetakan ke 6, Jakarta;2002.

Dermawanti. Hubungan komunikasi interpersonal petugas kesehatan terhadap kepatuhan pasien menjalani pengobatan TB paru di Puskesmas Sunggal Medan Tahun 2014. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara Medan; 2014 Diperoleh tanggal 15 Desember 2017 dari http://repository.usu.ac.id.

Friedman, M.M., Bowden, V.R. & Jones, E.G. Family Nursing : Research, theory and practice. 5thed. New Jersey: Prentice Hall; 2010.

Hayati, A. Evaluasi Kepatuhan Berobat Penderita Tuberkulosis Paru Tahun 2010-2011 di Puskesmas Kecamatan Pancoran Mas Depok. Universitas Indonesia; 2011.h 02.

Hutapea, TP. Pengaruh dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat anti tuberkulosis. Jurnal Respirologi Indonesia; 2009. 29 (2).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2012. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2013.

Kementerian Kesehatan RI. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI : Tuberkulosis; 2015

Limbu, R., & Marni. Peran keluarga sebagai pengawas minum obat (PMO) dalam mendukung proses pengobatan penderita tb parudi wilayah kerja puskesmas baumata kecamatan taebenu kabupaten kupang; 2007.

Muna L, Soleha U. Motivasi dan Dukungan Sosial Keluarga Mempengaruhi Kepatuhan Berobat Pada Pasien Tb Paru di Poli Paru Bp4 Pamekasan, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Jurnal Ilmiah Kesehatan; 2014., Vol 7, No 2, hal 172-179.

Niven, N. Psikologi Kesehatan, Jakarta: Penerbit ECG; 2002.

Pare, L. A., Amiruddin, R., & Leida, I. Hubungan antara pekerjaan, pmo, pelayanan kesehatan, dukungan keluarga dan diskriminasi dengan perilaku berobat pasien TB Paru; 2012.

Purwanta. Ciri-ciri pengawas minum obat yang diharapkan oleh penderita tuberkulosis paru di daerah urban dan rural di Yogyakarta; 2005.

Rachmawati, T., Laksmiati, T., & Soenarsongko. Hubungan Kekeluargaan dan Tempat Tinggal Serumah Merupakan Karateristik Pengawas Minum Obat yang Berpengaruh Terhadap Keteraturan Minum Obat Penderita Tuberkulosis Paru; 2008.

Septia A, Rahmalia S, Sabrian F. Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita TB Paru; 2014.

Sianturi, R. Analisis faktor yang berhubungan dengan kekambuhan TB paru. Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang; 2013

Setiadi. Konsep & proses keperawatan keluarga. Yogyakarta: Graha Ilmu; 2008.

World Health Organization. Global Tuberculosis Report 2014; http://www.who.int/tb/publication s/global_report/gtbr14_main_text.pdf

World Health Organization. Incidence of Tuberculosis (per 100.000 people); 2013. http://data.worldbank.org/indicator/SH.TBS.INCD (Diakses pada 15 Desember 2017).

Zahara, S. N. Tesis: Family support perceived by pulmonary TB Patients in complying with the DOTS program in Medan, Indonesia. Medan: USU; 2007.


Article Metrics

 Abstract Views : 49 times
 Fulltext Downloaded : 23 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.