Abstract


Penyebab kematian ibu paling banyak disebabkan oleh perdarahan  postpartum dimana setiap tahun terdapat 14 juta atau 11,4 % ibu menderita Hemorrhagic Postpartum (HPP) diseluruh dunia. Salah satu penyebab perdarahan adalah atonia uteri yaitu kegagalan uterus dalam berkontraksi setelah melahirkan. Kegagalan kontraksi uterus dapat dicegah dengan melakukan senam nifas. Senam nifas adalah sederetan gerakan yang dilakukan setelah melahirkan untuk memulihkan dan mempertahankan tekanan otot yang berkaitan dengan kehamilan dan persailnan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh senam nifas  terhadap penurunan tinggi fundus uteri pada ibu nifas. Metode penelitian dengan pendekatan quasi eksperimental pre-posttest with control group. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 ibu post partum. Penelitian ini dilakukan di UPTD Puskesmas Air Naningan tahun 2023. Analisa data menggunakan independen sampel t test. Hasil penelitian rata-rata penurunan TFU pada kelompok intervensi adalah 6,02 cm dan rata-rata penurunan TFU pada kelompok kontrol adalah 5,36 cm. Terdapat pengaruh senam nifas terhadap penurunan TFU pada ibu nifas dengan nilai p-value 0,043 (<0,05). Saran dalam penelitian ini ibu nifas dapat melakukan senam nifas saat di rumah dengan teratur setiap pagi dan sore sesuai dengan anjuran dan pemantauan bidan agar proses involusi uterus dapat berjalan lebih cepat dan lebih baik sehingga terhindar dari komplikasi pada masa nifas seperti terjadinya perdarahan post partum.


Keywords


Ibu Post partum, TFU, Senam Nifas