Abstract


 

Menurut WHO anemia pada remaja putri menjadi masalah kesehatan bila prevalensinya 20%. Hampir 23% remaja putri di Indonesia mengalami anemia. Prevalensi anemia Provinsi Lampung sebesar 63% dan 24,3% diantaranya dialami oleh remaja putri (10-19 tahun), prevalensi anemia remaja putri di Kabupaten Lampung Selatan mencapai 35,4%. Dampak anemia adalah keterlambatan pertumbuhan fisik dan maturitas seksual. Salah satu terapi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kadar HB dan menekan anemia pada remaja adalah pemberian jeruk dan madu. Jeruk mengandung vitamin C dan asam folat berfungsi membantu tubuh membuat sel darah merah baru. Madu selain mengandung Vitamin C juga sumber zat besi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh konsumsi air jeruk lemon dan madu terhadap peningkatan kadar Hb pada Remaja Putri. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian ini mengunakan metode quasy eksperiment dengan rancangan Nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah semua siswi sejumlah 108 orang. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 40 orang dengan masing-masing kelompok terdiri dari 20 orang siswi untuk kelompok intervensi dan 20 orang siswi untuk kelompok Kontrol. Analisa data yang digunakan menggunakan uji t-independen. Hasil analisis menunjukan rata-rata kadar hemoglobin kelompok intervensi 10,77 gr/dl, dan sesudah 12,47 gr/dl. Rata-rata kadar hemoglobin pada kelompok kontrol 10,93 gr/dl, dan sesudah 12,37 gr/dl. Ada Pengaruh Konsumsi Air Jeruk Lemon dan Madu Terhadap Peningkatan Kadar Hb pada Remaja Putri Di SMA Assalam Tanjung Sari  Lampung Selatan. (p value 0,000). Saran bagi Siswi SMA Assalam untuk mengkonsumsi TTD dengan tambahan air jeruk lemon dan madu.

 

Kata Kunci       : Jeruk lemon, madu, anemia, remaja