Pemberian Asi Ekslusif dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 7-59 bulan

I Istiana(1Mail), Hellen Febriyanti(2),
(1) Universitas Aisyah Pringsewu, Indonesia
(2) Universitas Aisyah Pringsewu, Indonesia

Mail Corresponding Author


DOI : https://doi.org/10.30604/well.160322021

Full Text:    Language : id

Abstract


Prevalensi Stunting pada tahun 2018 sebanyak 30,8%, turun sebanyak 6,4% dari tahun 2013 yaitu sebanyak 37,2%, tetapi hal ini jauh dari target sebanyak 14% di tahun 2024, Stunting dalam jangka pendek dapat mengakibatkan gagal tumbuh, terhambatnya perkembangan motoric, kognitif, serta tidak optimalnya ukuran fisik tubuh juga terganggunya metabolism. Dalam jangka panjang mengakibatkan  menurunnya kapasitas intelektual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemberian ASI ekslusif dengan kejadian stunting pada balita usia 7 -59 bulan di Desa Neglasari wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung Kabupaten Lampung Selatan tahun 2021. Desain penelitian ini adalah cass control. Dengan populasi seluruh balita usia 7-59 bulan yang ada di desa Neglasari wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung Kabupaten Lampung Selatan sebanyak 297 orang. Sampel sebesar 47 dengan perbandingan 1:1. Uji analisa menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting menunjukkan nilai p-value 0,004 kurang dari 0,05. Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada balita usia 7-59 bulan di Desa Neglasari wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2021. Saran yang diberikan kepada tenaga kesehatan untuk dapat melakukan intervensi penurunan stunting terutama penyuluhan tentang pentingnya ASI Esklusif.

 


Keywords


Stunting; ASI Ekslusif; Balita

References


Febriyanti, H. (2018). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Asi Eksklusif Pada Tenaga Kesehatan Yang Memiliki Bayi Di Wilayah Kabupaten Pringsewu Tahun 2017. Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, 3(1), 38. https://doi.org/10.31764/mj.v3i1.125

Kemendikbud. (2019). Modul Pendidikan Keluarga pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Discussion Paper, 12. Retrieved from https://www.who.int/nutrition/global-target-2025/discussion-paper-extension-targets-2030.pdf?ua=1

Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. (2017). Buku saku desa dalam penanganan stunting. In Buku Saku Desa Dalam Penanganan Stunting.

Kementerian Kesehatan RI. (2018). Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia tahun 2018. In Riset Kesehatan Dasar 2018.

Mawaddah, S. (2020). Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-60 Bulan. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada, 35–41. https://doi.org/10.34035/jk.v12i1.545

Stanescu, D. C., Veriter, C., de Plaen, J. F., Frans, A., Van Ypersele de Strihou, C., & Brasseur, L. (1974). Lung function in chronic uraemia before and after removal of excess of fluid by haemodialysis. Clinical Science and Molecular Medicine, 47(2), 143–151. https://doi.org/10.1042/cs0470143

TNP2K. (2017). 100 Kabupaten/Kota Prioritas untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting). In TNP2K (Ed.), buku (cetakan pe, Vol. 1). Jakarta Pusat.


Article Metrics

 Abstract Views : 13 times
 Fulltext Downloaded : 11 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.