Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Pengurangan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif

Witama Juliani(1Mail), Riona Sanjaya(2), Septika Yani Veronica(3), Hikmah Ifayanti(4),
(1) Universitas Aisyah Pringsewu, Indonesia
(2) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Aisyah Pringsewu, Indonesia
(3) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Aisyah Pringsewu, Indonesia
(4) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Aisyah Pringsewu, Indonesia

Mail Corresponding Author


DOI : https://doi.org/10.30604/well.165322021

Full Text:    Language : id

Abstract


Mothers who give birth suffer pain during the labor process. Labor pain is caused by uterine contractions through the secretion of increased levels of catecholamines and cortisol, resulting in decreased uterine blood flow and decreased uterine activity resulting in prolonged labor. The genesis of pain during labor in Indonesia is 21%. The research objective was to determine the effect of giving lavender aromatherapy to the reduction of labor pain in the active phase of the first stage labor on women who give birth at the working area of public health center in North Raman of East Lampung Regency 2021.This type of research is quantitative research with a pre-experimental design and one group pretest and posttest design. The population in this research were all mothers who give birth on March up to April 2021 with a total sample of 16 people. The sampling technique used purposive sampling. Analysis of the data used the paired sample t-test.The results of this research indicate that the average level of labor pain in the active phase of the first stage before being given lavender aromatherapy is 7.19 while after being given lavender aromatherapy it decreases to 5.50. The results of data analysis showed that there was an effect of giving lavender aromatherapy to the reduction of labor pain in the active phase of the first stage of labor at the working area of public health center in North Raman of East Lampung Regency 2021 with a p value of 0.000. It is expected that this research can be applied in non-pharmacological interventions, namely using lavender aromatherapy for mothers who experience pain in the face of labor.


Abstrak: Ibu bersalin mengalami nyeri saat proses persalinan. Nyeri persalinan disebabkan karena kontraksi uterus melalui sekresi kadar katekolamin dan kortisol yang meningkat, sehingga menyebabkan terjadinya penurunan aliran darah uterus dan penurunan aktivitas uterus yang mengakibatkan persalinan lama. Angka kejadian nyeri saat persalinan di Indonesia didapatkan 21%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap pengurangan nyeri persalinan kala I fase Aktif pada ibu bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Raman Utara Kabupaten Lampung Timur  tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yaitu dengan rancangan pre experiment dan desain one group pretest and posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin pada bulan Maret-April tahun 2021 dengan jumlah sampel 16 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah paired sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata tingkat nyeri persalinan kala 1 fase aktif sebelum diberikan aromaterapi lavender 7,19 sedangkan sesudah diberikan aromaterapi lavender menurun menjadi 5,50. Hasil analisis data menunjukkan ada pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap pengurangan nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Raman Utara Kabupaten Lampung Timur tahun 2021 dengan p value  0,000. Saran diharapkan penelitian ini dapat diterapkan dalam intervensi non farmakologis yaitu menggunakan aromaterapi lavender pada ibu yang mengalami nyeri dalam menghadapi persalinan.


Keywords


aromaterapi; lavender; nyeri; persalinan

References


Balkam, J. (2014). Aromaterapi. Jilid Pertama. EdisiKedua, Semarang: Dahara Prize.

Dewi, VNL. (2013). Asuhan Neonatus Bayi Dan Anak Balita. Jakarta: SalembaMedika.

Indrayani, Djami M.E.U. (2016). Asuhan Persalinan dan Bayi Baru Lahir. Jakarta: CV. Trans Info Media.

Karlina, Reksohusodo, Widayati. (2015). Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender secara Inhalasi terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Persalinan Fisiologis pada Primipara Inpartu Kala Satu FaseAktif di PMB “Fetty Fathiyah” Kota Mataram. Jurnal Universitas Brawijaya. 2(2): 108-119

Maryunani, Anik. (2010). Nyeri dalam persalinan teknik dan cara penanganannya. Jakarta: CV. Trans Info Media.

Mender, Rosemary. (2015). Nyeri Persalinan, Jakarta: EGC.

Rohani. (2011). Asuhan kebidanan pada masa persalinan. Jakarta: Salemba Medika.

Sabrima, E. J., Sanjaya, R., &Sagita, Y. D. (2020). Effect Of Lavender Oil Aromaterapy On Menstrual Pain In Students AT SMPN18 PESAWARAN In 2020. Biomedical Journal of Indonesia, 6(3), 96-103.

Sari, P. N., & Sanjaya, R. (2020). Pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap nyeri persalinan. Majalah Kesehatan Indonesia, 1(2), 45-49.

Tarsikah. (2012). Penurunan Nyeri Persalinan Primigravida Kala I Fase Aktif Pasca penghirupan Aromaterapi Lavender. MKB, Volume 44 No. 1, Tahun 2012

WasisPujiatidkk. (2019). Aromaterapi Kenanga Di banding Lavender Terhadap Nyeri Post Sectio Caesaria. Jurnal Keperawatan Silampari (JKS) Volume 3, Nomor 1, Desember 2019


Article Metrics

 Abstract Views : 36 times
 Fulltext Downloaded : 29 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.