Abstract


Berdasarkan data di Wilayah Puskesmas Wonosobo pada tahun 2022 dari 25 ibu nifas, sebanyak 16 ibu nifas (64%) mengalami involusi normal, sedangkan 9 ibu nifas (36%) mengalami subinvolusi uteri. Dari 9 ibu yang mengalami subinvolusi, 4 ibu  (44,4%) mengalami perdarahan dan dilakukan rujukan ke RS. Penyebab kematian ibu paling banyak  disebabkan oleh perdarahan  postpartum  dimana setiap tahun terdapat 14 juta atau 11,4 % ibu menderita Hemorrhagic Postpartum (HPP) diseluruh dunia. Salah satu penyebab perdarahan adalah atonia uteri yaitu kegagalan uterus dalam berkontraksi setelah melahirkan. Kegagalan kontraksi uterus dapat dicegah dengan melakukan senam nifas. Senam nifas adalah sederetan gerakan yang dilakukan setelah melahirkan untuk memulihkan dan mempertahankan tekanan otot yang berkaitan dengan kehamilan dan persailnan. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh senam nifas dengan involusi uteri pada ibu postpartum. Metode penelitian menggunakan pendekatan quasi eksperimental dengan desain penelitian onegroup pretest posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 24 ibu post partum. Penelitian dilakukan di UPTD Puskesmas Wonosobo bulan September tahun 2023. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian rata-rata TFU sebelum diberikan senam nifas adalah 11,792 cm dan TFU setelah senam nifas adalah 6,458 cm dengan rata-rata penurunan TFU adalah 5,458. Didapatkan nilai p-value 0,000 artinya terdapat pengaruh senam nifas dengan involusi uteri. Saran dalam penelitian petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan tentang senam nifas sehingga dapat membantu ibu nifas dalam mempercepat proses involusi uteri.

 

Kata Kunci            : Ibu post partum, Involusi Uteri, Senam Nifas