Abstract


ABSTRAK

 

Bayi berat lahir rendah (BBLR) terus menjadi penyumbang angka kematian bayi di Indonesia.Pada tahun 2021 penyebab kematian neonatal terbesar dikarenakan BBLR dengan prevalensi sebesar 34,5%. BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa kehamilan . Berdasarkan data pra survey yang peneliti lakukan di Rumah Sakit Ibu Anak Puri Betik Hati Kota Bandar Lampung  pada tahun 2020 kejadian BBLR 197 (5,6%) dari 3.471 bayi baru lahir. Tahun 2021 kejadian BBLR 280 (6,9%) dari 4.457 bayi baru lahir. Tahun 2022 kejadian BBLR 291 (7,6%) dari 3.831 bayi baru lahir. Tahun 2023 bulan Januari – Juli  kejadian BBLR 161 ( 8,9%) dari 1.827 bayi baru lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungandengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah(BBLR) Di Rumah Sakit Ibu Dan Anak (RSIA) Puri Betik Hati Kota Bandar Lampung Tahun 2022.

Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan case control.Populasi penelitian ini adalah seluruh bayi yang lahir di Rumah Sakit Ibu dan Anak(RSIA) Puri Betik Hati tahun 2022,Subyek dalam penelitian ini adalah 1:1 yaitu 99 bayi dengan BBLR dan 99 bayi berat lahir normal. Teknik pengambilan sampe ini menggunakan metode simpel random samplingAnalisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan Chi Square.

Hasil penelitian di peroleh bahwa factor factor yang berkolerasi dalam penelitian ini adalah factor komplikasi kehamilan dengan P-value 0.000, jarak kehamilan dengan P-value 0.013, usia kehamilan dengan P-value 0.000, riwayat BBLR sebelumnya dengan P-value 0.000, dan factor yang tidak berkolerasi adalah factor usia ibu denganP-value 0.052. Diharapkan tenaga kesehatan Rumah Sakit Ibu Dan Anak (RSIA)Puri Betik Hati dapat mengadakan penyuluhan kepada ibu hamil agar rajin memeriksakan kehamilan kepada bidan atau dokter untuk dapat mendeteksi dini bahkan mencegah terjadinya komplikasi kehamilan sehingga tidak mempengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungan.

 


Keywords


Kebidanan;