Abstract


WHO tahun 2020, menyebutkan sebanyak 295.000 wanita di seluruh dunia kehilangan nyawa mereka selama dan setelah kehamilan dan melahirkan. Afrika, Sub-Sahara dan Asia Selatan menyumbang sekitar 86% dari seluruh kematian ibu di seluruh dunia.Penyebab langsung kematian ibu sebesar 90% adalah komplikasi yang terjadi pada saat persalinan dan setelah bersalin. Infeksi yang sering terjadi pada ibu setelah melahirkan adalah infeksipada perineum. Penatalaksanaan penyembuhan luka perineum menggunakan antiseptik non farmakologis masih sangat jarang dilakukan. Antiseptik dengan metode non farmakologi, salah satunya adalah rebusan daun sirih dan madu. Tujuan Penelitian adalah Diketahui efektivitas daun sirih dan madu terhadap lamanya penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Metode Penelitian menggunakan Quasi eksperiment dengan rancangan posttest group design. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum yang mengalami luka perineum pada bulan Maret-April 2022 sebanyak 40 orang, teknik pemgambilan sampel yaitu total sampling. Hasil Penelitian menunjukkan Distribusi frekuensi penyembuhan luka perineum pada kelompok pemberian daun sirih yaitu cepat dan normal jumlahnya sama  (50%) sedangkan pada kelompok pemberian madu sebagian besar normal (80%). Rata-rata lama penyembuhan luka perineum pada kelompok pemberian daun sirih sebesar 6,70 dan pada kelompok pemberian madu sebesar 11,70. Ada efektivitas daun sirih dan madu terhadap lamanya penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di BPM Marlina tahun 2022 (p.value 0,000). Diharapkan bidan memberikan informasi kepada ibu nifas dalam perawatan luka perineum menggunakan daun sirih supaya lebih cepat penyembuhannya.

Keywords


Daun Sirih; Madu; Penyembuhan Luka Perineum