Abstract


Sebagian besar anak di Indonesia disusui secara terus menerus hingga pada tahun pertama, sekitar setengah anak berumur dibawah 2 bulan menerima ASI ekslusif, bayi usia 0-6 bulan yang diberikan ASI ekslusif sebesar 41,5%. Presentasi ASI ekslusif menurun terus menerus setelah 2 bulan pertama tersebut (Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia.2012;216). Kecukupan ASI di Indonesia hanya sebesar 37,3 % (Riskesdas 2019). Angka ini berada dibawah target WHO yang mewajibkan kecukupan ASI hingga 50%. Menurut kementrian Kesehatan republik Indonesia kecukupan ASI di Indonesia belum mencapai angka yang diharapkan yaitu sebesar 80%. Berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat Tahun 2017 pencapaian kecukupan ASI pada bayi 0–6 bulan di Jawa Barat sebesar 53,0 %, dan di Kabupaten bogor sendiri kecukupan ASI bayi usia 0–6 bulan baru mencapai 22,84%, masih jauh dari target pencapaian kecukupan ASI untuk wilayah Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan penggunaan alat kontrasepsi 3 bulan terhadap kecukupan ASI di Praktek Mandiri Bidan D bojong Gede Bogor. Metode Penelitian menggunakan total sampling. Populasi pada penelitian ini adalah ibu menyusui yang menggunakan KB 3 bulan dan yang menggunakan KB selain KB suntik 3 bulan yang berkunjung di Peraktek Mandiri Bidan D Bojong Gede Bogor Sebanyak 50 responden. Analisis data dengan Teknik survei (descriptive survey) dengan pendekatan cross sectional dengan uji chi-square. Hasil Penelitian munjukkan ada hubungan antara penggunaan alat kontrasepsi suntik 3 bulan terhadap kecukupan ASI di PMB bidan D, di Bojong Gede Bogor tahun 2022. Kesimpulan di dapatkan nilai p= 0,000. Yang artinya nilai ini p kurang dari 0,05, dengan demikian maka disimpulkan bahwa Ha di terima. Artinya ada hubungan antara penggunaan alat kontrasepsi suntik 3 bulan terhadap kecukupan ASI di peraktek mandiri bidan D Bojong Gede Bogor tahun 2022.

Keywords


Alat Kontrasepsi Suntik 3 Bulan; Kecukupan ASI