Abstract


Dampak yang dihasilkan dari premenstrual syndrome kepada remaja putri meliputi penurunan konsentrasi belajar dan penurunan aktivtas di sekolah sehingga hal tersebut akan berpengaruh terhadap minat belajar siswi serta terjadinya penurunan prestasi terhadap mahasiswa itu sendiri. Tidak ada pengobatan khusus untuk PMS, tetapi ada alternatif yang dapat dilakukan untuk upaya penyembuhan. Karena fakta menunjukkan bahwa gejala emosional PMS terutama adalah perubahan suasana hati, perawatan yang biasa dilakukan oleh dokter dan terapis adalah dengan teknik relaksasi salah satunya yaitu teknik Guided Imagery And Music (GIM). Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Terapi Guided Imagery And Music (GIM) Terhadap Gangguan Pramenstruasi Sindrom (PMS) Pada Remaja  di Desa Mamben Daya Wilayah Kerja Puskesmas Wanasaba Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian experimental dengan metode pre experimental. Penelitian ini menggunakan pendekatan one grup pretest posttets desaign, sehingga penelitian ini akan menggunakan satu sampel yang dilakukan pretest, kemudian diberikan terapi GIM, lalu dilakukan pengkajian postest setelah perlakuan, kemudian dilakukan perbandingan hasil pengkajian pretest dan posttest. Hasil Penelitian menggunakan uji statistic Mc Nemar dan diperoleh nilai significancy ρ value = 0,000 (ρ < 0,05) artinya Ada Pengaruh Terapi Guided Imagery And Music (GIM) Terhadap Gangguan Pramenstruasi Sindrom (PMS) Pada Remaja. Ada perbedaan yang bermakna antara gangguan PMS sebelum dan sesudah diberikan terapi Guided Imagery And Music   (GIM). Oleh karena itu pihak terkait perlu mensosialisasikan informasi kesehatan tersebut guna membantu mengatasi masalah khususnya pada remaja putri

Keywords


Guided Imagery And Musi (GIM); Pramenstrual syndrome; Remaja