Pola Menstruasi dengan Kejadian Anemia pada Remaja

Desi Kumalasari(1Mail), Feri Kameliawati(2), Hamid Mukhlis(3), Dian Ayu Kristanti(4),
(1) Universitas Aisyah Pringsewu Lampung, Indonesia
(2) Universitas Aisyah Pringsewu Lampung, Indonesia
(3) Universitas Aisyah Pringsewu Lampung, Indonesia
(4) Universitas Aisyah Pringsewu Lampung, Indonesia

Mail Corresponding Author



Full Text:    Language : Ind
Submitted : 2019-08-10
Published : 2019-08-10

Abstract


Remaja memiliki resiko tinggi terhadap kejadian anemia terutama anemia gizi besi. Hal itu terjadi karena masa remaja memerlukan zat gizi yang lebih tinggi termasuk zat besi untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Remaja putri memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan remaja putra, hal ini dikarenakan remaja putri setiap bulannya mengalami haid (menstruasi). Panjang siklus yang normal atau dianggap sebagai siklus haid yang klasik adalah 28 hari . Jika darah yang keluar selama menstruasi sangat banyak maka akan terjadi anemia defisiensi besi. Usia pertama kali menstruasi, siklus menstruasi serta lama hari menstruasi berpengaruh terhadap banyaknya darah yang hilang selama menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola mestruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri siswa SMP Negeri di Lampung Timur tahun 2018. Metode dalam penelitian ini adalah jenis penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas IX SMP dengan jumlah sampel  kelas IXA sebanyak 19 orang, kelas IXB sebanyak 18 orang dan kelas IXC sebanyak 18 orang. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat hubungan pola menstruasi (p-value = 0,001) dengan kejadian anemia pada remaja putri siswa SMP Negeri di Lampung Timur tahun 2018. Remaja diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mengenai anemia dan dapat membantu mengubah perilaku makan siswa menjadi lebih baik.

Keywords


Menstruasi; Anemia; Remaja

References


Almatsier, 2011. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan, 2013. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta.

Dinas Kabupaten Lampung Timur, 2016. Profil Kesehatan Kabupaten Lampung Timur Tahun 2016.

Hastono, 2012. Analisas Data Kesehatan. Jakarta : Universitas Indonesia

Kristianingsih, A. (2016). Faktor Risiko Dismenore Primer pada Siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP X) Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(1), 19 - 27. doi:https://doi.org/10.30604/jika.v1i1.4

Notoatmodjo, S. 2010. Promosi Kesehatan, Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. 2014. Metodologi Penelitian Kesehatan. Renika Cipta, Jakarta

Poltekkes Depkes Jakarta I. 2010. Kesehatan Remaja Problem Dan Solusinya. Salemba Medika: Jakarta.

Proverawati A. 2011. Anemia dan Anemia Kehamilan. Yogyakarta: Nuha Medika

Soetjiningsih, 2017. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta : EGC.

Sumarni, 2016. Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Santriwati di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang.

World Health Organization (WHO), 2014. Haemoglobin Concentrations for The Diagnosis of Anaemia and Assessment of Severity. Vitamin and mineral Nutrition Information System. Geneva: WHO 2011. Di unduh dari www.who.int/vmnis/indicators/haemo-globin.pdf. Tanggal 26 Desember 2017.


Article Metrics

 Abstract Views : 49 times
 PDF Downloaded : 77 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.