Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Pre Eklamsia Berat di Rumah Sakit Umum Pringsewu

Siti Rohani(1Mail), Rini Wahyuni(2), Septika Yani Veronica(3),
(1) AKBID Medica Bakti Nusantara, Indonesia
(2) AKBID Medica Bakti Nusantara, Indonesia
(3) AKBID Medica Bakti Nusantara, Indonesia

Mail Corresponding Author
Copyright (c) 2019 WELLNESS AND HEALTHY MAGAZINE


Full Text:    Language : Ind

Abstract


Pre eklampsia merupakan salah satu komplikasi yang menyumbang angka kematian Ibu. Kejadian pre eklampsia dapat berlanjut menjadi eklampsia serta meningkatkan risiko kematian ibu, pada janin dapat mengakibatkan berat badan lahir rendah, IUGR, prematuritas, dismaturitas dan IUFD atau kematian janin dalam kandungan. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian pre eklamsia berat di RSUD Pringsewu Tahun 2017. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode  analitik dengan rancangan case control. Populasi kasus adalah ibu bersalin yang mengalami pre eklampsia berat yang berjumlah 36 ibu dan populasi kontrol adalah yang tidak mengalami pre eklampsia berat yang berjumlah 130 ibu. Sampel kasus berjumlah dan sampel kontrol 1 (24) : 3 (72) ibu bersalin dengan tehnik quota sampling. Cara ukur dengan observasi dan angket dan alat ukur lembar checklist yang dianalisa secara univariat dengan tabel persentase dan bivariat dengan analisa chi square. Hasil pengolahan data proporsi kejadian pre eklampsia berat pada sampel kasus sebanyak 25% (24 ibu), 27,08% (26 ibu) dengan usia berisiko, 45, 83% (44 ibu) dengan paritas berisiko, 4,17% (4 ibu) dengan pendidikan rendah, 57,29% (55 ibu). Hasil uji statistik hubungan usia dengan pre eklampsia berat dengan p value: 0,034 dan OR: 3,215, paritas dengan pre eklampsia berat dengan p value: 0,033 dan OR: 3,143, , pendidikan dengan pre eklampsia berat dengan  p value: 0,49. Kesimpulan penelitian faktor risiko ibu yang berhubungan dengan kejadian pre eklampsia berat di RSUD Pringsewu Tahun 2017 adalah terdapat hubungan antara usia, paritas, dan pendidikan dengan kejadian pre eklampsia berat, sehingga perlu ditingkatkan upaya penanganan yang lebih intensif pada ibu dengan pre eklampsia berat terutama jika terdapat tanda-tanda peningkatan tekanan darah, oedem dan protein urine.

Keywords


Pre-eklampsi; Usia; Paritas; Pendidikan

References


Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rhineka Cipta.

Budiarto, Eko. (2002). Biostatistika. Jakarta: EGC.

Manuaba, I. (2012). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB. Jakarta: EGC.

Mitayani. (2011). Asuhan Keperawatan Maternitas. Jakarta: Salemba Medika.

Notoatmodjo, Soekidjo. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Prawirohardjo, S. (2010). Ilmu Kebidanan. Jakarta: Bina Pustaka.

Rukiyah, A. (2010). Asuhan Kebidanan IV (Patologi Kebidanan). Jakarta: Trans Info Media.

Profil Dinas Kesehatan Republik Indonesia tahun 2012. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

syamsudin-ac.blogspot.com/2012-05-01-archive.html.

Cunningham F.G. (2012). Hipertensi dalam Kehamilan. Dalam Obstetri Williams. Edisi 18. Jakarta: EGC.

Mochtar R. (2010). Obstetri Fisiologi – Obstetri Patologi. Jilid I. Jakarta: EGC.


Article Metrics

 Abstract Views : 105 times
 PDF Downloaded : 131 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 WELLNESS AND HEALTHY MAGAZINE

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.